Insinyur Minyak Pun Bisa Jadi Desainer Hijab

Share:
Desainer Fadwa Baruni dari Libya baru meluncurkan koleksi terbarunya yaitu kaftan ramadan. Baruni lulusan insinyur minyak berpendapat teknik perminyakan mempunyai kemiripan dengan teknik merancang busana.

Tahun 2010, bloomberg memperkirakan industri fashion muslim akan berkembang pesat yang mencapai hingga US $96 miliar. Desain-desain Baruni dapat ditemui diseluruh wilayah Teluk. Disana kaftan sangat terkenal dikalangan wanita muslim yang tinggal di Teluk.

Namun, dapatkah kaftan menjadi trend fashion, yaitu haute couture atau busana yang diproduksi berdasarkan pesanan. Tahun 2011 haute couture meupakan segmen terbesar dari industri barang mewah. haute couture mewakili 42% njualan barang mewah di Arab.

Menurut Euromonitor International, pembeli terbesar haute couture berasal dari negara Teluk khususnya gaun perempuan dan rok. Meskipun demikian, belakangan ini warga Teluk mulai menerima desain dari desainer lokal.

Saat ini rancangan Baruni sudah mulai terkenal karena ciri khasnya yang memprioritaskan warisan budaya lokal. Kaftan merupakan warisan budaya Teluk sehingga ia bangga dapat memamerkan dengan cara dan gaya.

Kesulitan Baruni dalam merancang busana di UEA adalah kurang tersedianya bahan baku kain serta memenuhi tenggat waktu yang ketat. Oleh karena itu, Baruni mengambil bahan kain dari Jepang, Prancis dan India untuk memenuhi kebutuhan kainnya.

Baruni yang berencana ingin mengembangkan usahanya di luar Teluk, tetap menjaga reputasi brand, nama hingga labelnya. Oleh sebab itu, ia selalu terlibat dalam setiap aspek produksi hingga pemiliha jarum jahit.

Sumber: Dream

http://addurl.nu