Biennale des Antiques 2014, China sebagai Wakil Asia

Share:
Biennale des Antiques -  Pada tahun ini, China yang menjadi perwakilan Asia, mendapat kesempatan untuk memamerkan barang antiknya di Pameran bergengsi di Paris, Biennale des Antiques.

Perancang barang antik dari lukisan, perhiasan, furnitur dan guci akan dipamerkan sepanjang 11-21 September 2014. Pameran barang antik termegah di dunia ini disponsori oleh Syndicate National des Antiquaires, sebuah kelompok para diler barang antik nasional di Paris, Perancis.

Dior, Chanel, Wallace Chan dan karya agung Da Paolo Visso tahun 1440 turut dipajang di pameran bergengsi ini. Memang, Biennale des Antiques merupakan pameran barang antik yang didedikasikan bagi mereka yang antusias dan menghargai hasil karya seni para seniman dunia.

Tidak hanya memamerkan koleksi barang antik dari seluruh penjuru dunia. Biennale des Antiques juga menjamu para pengunjung dengan santapan khas Paris. Hal ini dilakukan karena makanan merupakan bagian seni di kota romantis tersebut.

"Kami tidak hanya memperkenalkan barang antik, para pengunjung juga dapat menikmati makanan khas dari Prancis yang kaya akan seni. Karena, makanan juga bisa dikatakan sebagai bagian dari karya seni eksotis," kata Christian Deydier, Presiden SNA.

Jacques Grange, desainer internasional tersohor dan pernah mendekor kediaman para seniman ulung dunia, didapuk menjadi artistic director pada pameran ini. Dia ditunjuk langsung oleh Deydier untuk mengubah Gran Palais menjadi tempat yang mewah.

Deydier menyampaikan tentang kemewahan dan kemegahan Biennale des Antiques kepada para kolektor barang antik di Indonesia untuk dapat mengunjung barang antik dari para seniman ternama dunia.

"Kami ingin mengundang para kolektor dan peminat barang antik di Indonesia untuk datang ke Biennale des Antiques," tutupnya.

Untuk diketahui, Biennale des Antiques merupakan salah satu pameran barang antik paling terkenal di dunia. Pameran ini telah berdiri sejak 50 tahun lalu dan memasuki usia ke 27 dalam penyelenggaraannya di tempat bersejarah Prancis, Grand Palais.

Pameran ini tidak sekadar bertemu muka antara kolektor dan pengrajin barang antik. Tetapi, lebih kepada mengedukasi masyarakat untuk mengetahui perbedaan barang antik asli dan palsu.


Oleh : Dhek Nung
Sumber : lifestyle.okezone.com
Gambar : lifestyle.okezone.com

http://addurl.nu