5 Merek Fashion Ramah Lingkungan

Share:
Desainer Stella berkomitmen untuk melakukan bisnis "green fashion", atau fashion ramah lingkungan. Artinya, Stella tak akan menampilkan koleksi busana atau aksesori yang menggunakan bahan dari hewan.  Desainer aksesori, Clare Viviers, juga berkomitmen memproduksi aksesori ramah lingkungan. 
Selain kedua desainer itu, pasar produk fashion yang ramah lingkungan  semakin berkembang. Terbukti dari lima merek fashion  yang resmi menolak mengorbankan lingkungan demi gaya mewah. 

Svilu 
Berciri kasual bernuansa bohemian, Svilu merupakan salah satu merek fashion yang ramah lingkungan yang mengusung siluet nyaman, warna romantis, dan detail cantik. Label Svilu diproduksi lokal, menggunakan kain bahan organik, dan oleh sebab itu label tersebut meraih penghargaan dari CFDA atau Lexus Eco Fashion Challenge 2013 sebagai merek pemula yang memberikan kontribusi bagi bumi. 
Pendiri Svilu yaitu Britt Cosgrove dan Marina Polo yang mempunyai gaya serius serta modern yang bercitarasa seni. Polo pernah mendapatkan pendidikan di Central Saint Martins serta magang di rumah mode Vera Wang. Sedangkan Cosgrove pernah membantu Peter Som di rumah mode Tommy Hilfiger. 

Kowtow 
Bagi wanita yang suka tampil minimalis serta chic,  pasti mengenal label Kowtow. Siluet pas di tubuh, kaya warna, serta dengan materi bahan 100 % katun organik yang lembut. Ciri itulah yang menjadi tren dari Kowtow pada setiap musim. Proses produksinya benar menggunakan benih asli serta unggulan dari kain. 

Mina + Olya 
Kaya warna pola serta siluet feminin dan berestetika merupakan konsep yang dipilih label asal Amerika disingkat MO ini. Selain hal itu, merek ini pun terkenal dengan kain organik dengan model rok melambai serta jumper  bergaya cutout . Desainnya selalu terinspirasi dari isu global yang berkembang. Pendiri label adalah Mina Yazdi serta Olya Dzilikhova yang menghadirkan gaya warisan budaya Iran dan Rusia. 

Deco 
Lini perhiasan Deco total menghadirkan perhiasan yang terbuat dari bahan ramah lingkungan seperti gelang, leontin mutiara, kalung,  dan anting geometris. Pendirinya adalah Farah Malik serta Dana Arbin yang berkomitmen bekerjasama dengan desa pengrajin tangan perhiasan yang kesulitan mencari pekerjaan seperti di negara Turki, India, Pakistan, serta Nepal.

Amour Vert 
Gwyneth Paltrow bekerjasama dengan sebuah merek guna merancang koleksi kapsul musim semi. Nuansa nautical serta warna cerah sempurna muncul pada konsep pewarnaan yang minim dampaknya pada lingkungan.

Sumber: TabloidNova.com  

http://addurl.nu