Menarik, Mahasiswa UNPAD Punya Dua Bisnis Sosial

Share:
Jakarta - Mahasiswa program studi Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung angkatan 2012, terbagi dalam dua tim, mereka membuka usaha Sahaja Consulting dan Goal Futsal Academy.

Membangun sebuah bisnis tidak hanya selalu berorientasi pada keuntungan saja. Saat ini sudah banyak pengusaha yang juga berorientasi terhadap lingkungan atau social enterprise.

Tim Sahaja Consulting terdiri  atas Panji Aziz Pratama, Fitri Ismail, dan M Sampurna Jaya. Program tersebut merupakan sebuah wadah konsultasi bagi para remaja di Indonesia melalui media sosial Facebook, twitter dan Blackberry Messenger.

"Program ini telah berjalan sejak 2 September 2013 lalu. Pelayanan yang diberikan oleh Sahaja Consulting ini berbasis individu dan kelompok, dengan menggunakan metode pekerjaan sosial," tutur Panji.

Panji dan kawan-kawan mengaku tertarik untuk membuka layanan konsultasi online karena selama ini belum banyak jasa konsultasi dengan memanfaatkan media sosial. Mereka menyasar konsumen dengan usia 11-24 tahun, yang biasanya memang pengguna aktif media sosial.

Berbagai masalah klien pernah mereka tangani, seperti masalah terkait pendidikan, kesehatan, keluarga, persahabatan, hingga percintaan. Melalui Sahaja Consulting, ketiganya sepakat ingin mempraktikkan ilmu yang sudah mereka dapaat di bangku perkuliahan secara profesional.

"Komitmen kami dulu tidak hanya mengejar nilai, tetapi inginnya ini bisa kita kembangkan dan kita bisa kerja disini," kata Fitri.

Sementara Tim Goal Futsal Academy yang terdiri dari Aditya Rahmat Gunawan, Fiki Hari Nugraha, dan Septiar Dwi Putra merupakan sebuah wadah latihan futsal bagi anak-anak kurang mampu dan me galami pergaulan menyimpang di sekitaar Jatinagor. Selain futsal, Goal Futsal Academy juga memberikan fasilitas layanan bimbingan masa tumbuh kembang anak dengan metode group work.

Hasil bimbingan tersebut, dilaporkan ke orangtua masing-masing di setiap bulannya. "Sekarang kan sudah banyak anak SD dan SMP yang banyak merokok. Kami coba tarik untuk latihan," ungkap Aditya.

Selain karena memiliki minat yang tinggi terhadap olahraga futsal, tiga pemuda itu mengaku menjalankan program ini karena prihatin terhadap kondisi anak-anak yang sangat sedikir mendapatkan fasilitas permainan untuk perkembangan motorik. Mereka juga menginginkan perilaku si anak  dapat menjadi lebih baik lagi melalui bimbingan konseling.

"Harapannya ingin membantu anak-anak untuk bisa lebih baik lagi. Jadi kami tidak menolong mereka hanya dari segi fisik futsalnya aja, tapi lebih dari itu. Anak-anak mudah-mudahan bisa mengerti nanti masa depannya bagaiman," lengkapnya.


Oleh : Dhek Nung
Sumber : kampus.okezone.com
Gambar : kampus.okezone.com

http://addurl.nu