Kisah Tragis Putri Anastasia di dalam Koleksi Andreas Odang

Share:
Desainer Andreas Odang menanpilkan sejumlah koleksi barunya di ballroom Hotel Ritz Carlton Pasific Place Jakarta pada tanggal 3 April 2014 lalu. Koleksi Andreas Odang kali ini terinspirasi dari kisah tragis Putri Anastasia Nikolaevna Romanov dari Rusia. Tahun lalu Odang lebih banyak terinspirasi dari unsur kecantikan, keindahan, dan romansa. Namun dikesempatan tahun ini ia memilih sendu dalam menampilkan keindahan dan sensitivitas emosional seorang wanita yang ditampilkan dalam 28 gaun yang terdiri dari 23 gaun malam dan lima gaun pengantin.

Meskipun hasil karyanya terinspirasi dari masa Revolusi Bolshevik Rusia, tetapi koleksinya bukan tampilan yang keras dan provokatif. Andreas Odang justru lebih menonjolkan sisi kemewahan yang misterius khas era bangsawan Rusia. Koleksi-koleksi Odang dari inspirasi era bangsawan Rusia tergambar dari detail ukiran dan dekorasi interior istana sampai hiasan telur mewah Faberge yang membungkus jubah-jubah gaun malam dan pengantin koleksinya.

Kemewahan imperialism Rusia tak diterjemahkan oleh Andreas Odang secara harafiah, tetapi ia menampikan gaun malam dengan dekorasi detail kirstal dan payet yang tak berlebihan. Selain itu princess ballgown indentik dengan kesan berat dan over the top yang dihadirkan dengan gaya lebih sederhana nan klasik namun ringan mengikuti gerak pemakainya.

Siluet klasih New Look era 1940an menegaskan bentuk pinggang serta potongan slim pada cheongsam yang masih tetap dihadirkan pada koleksinya dalam pilihan palet berkesan wah dan dalam. Warna pilihan Odang kali ini antara lain hitam, abu-abu, krem dan gold. Hitam menggambarkan abadi dan misterius sedangkan gold merupakan warna mewah dan elegan. Kedua warna tersebut cocok disandingkan dengan kisah Putri Anastasia yang hidup dalam kemewahan imperialisme Rusia namun berakhir dengan tragis dan penuh misteri.

Pada koleksi gaun pengantinnya, Odang memberikan twist dengan menghadirkan gaun warna soft pink di antara gaun pengantin klasik yang berwarna putih. Koleksi tersebut untuk menampilkan sisi naïf dan polos Putri Anastasia yang konon hidupnya berakhir di usia 17 tahun.

Sumber: tabloidnova.com

http://addurl.nu