JEANNY ANG TAK BUANG MIMPI JADI DESAINER MESKI TELAH MENIKAH

Share:
Jeanny mendapatkan pendidikan fashionnya di Hong Kong International Design School jurusan fashion design . Sebelum memasuki sekolah fashion, Jeanny ikut kursus menjahit dan membuat pola karena untuk dapat bersekolah disana harus memiliki kemampuan tersebut. Ia memiliki butik di pusat perbelanjaan Mall Taman Anggrek lantai dasar. Sejak kecil Jeanny Ang sudah tertarik terhadap ketrampilan tangan dan menyukai mix and match pakaian. Jeanny sudah merasa tak asing lagi dengan dunia fashion karena mamanya memiliki bisnis salon dan ada anggota keluarga memiliki bisnis yang bergerak dalam bidang garmen dan butik.

Setelah menempuh pendidikan di Hong Kong International Design School, Jeanny bekerja di sebuah perusahaan garmen membuat seragam kantor. Meskipun di perusahaan tersebut pekerjaannya mendesain baju, Jeanny merasa kegiatan mendesain seragam kantor bukan passionnya. Jeanny lebih menyukai mendesain baju pesta dari pada mendesain seragam kantor. Menurut Jeanny penting bagi desainer fashion untuk mengetahui minat wilayah desainnya seperti di fashion anak, baju pesta, ready to wear sehari-hari  atau wilayah desain yang lainnya.

Pada tahun 1993, Jeanny menikah, ketika itu ia focus terhadap kehidupan keluarganya terlebih dahulu. Meskipun telah menikah, ia tak langsung meninggalkan cita-citanya untuk berkarir di dunia fashion. Jeanny tetap menerima pesanan pakaian dari relasi-relasinya tetapi keluarga tetap menjadi prioritas.

Setelah anaknya mulai besar dan setelah berdiskusi dengan suaminya serta suami Jeanny Ang mensuportnya, tahun 2000 Jeanny Ang mulai terjun kembali dalam dunia desain fashion. Pada tahun itu Jeanny Ang meluncurkan label Jeanny ang dan pada tahun 2004 bergabung dalam Ikatan Pengusaha dan Perancang Mode Indonesia. 

Sumber: Liputan6.com

http://addurl.nu