H&M dan Zara Mencari Alternatif Bahan Pakaian Untuk Selamatkan Hutan

Share:
Alam telah menyediakan banyak hal untuk kehidupan manusia termasuk dunia fesyen. Bahan pakaian seperti kain viscose serta rayon terbuat dari pulp (bubur kertas) di mana pulp diolah dari kayu pohon.

Jika tidak terkendali, industri fesyen serta industri lain yang memanfaatkan hasil hutan dapat merusak hutan di bumi. Kerusakan hutan parah mempunyai dampak berbahaya bagi ekosistem.

Dilansir dari The Guardian, pada Selasa (29/4/2014), pada bulan April label ritel ternama H&M serta label highstreet fashion Zara bekerjasama dengan organisasi non-profit yang bernama Canopy untuk melindungi hutan yang terancam punah dari produksi pulp bagi pembuatan bahan viscose serta rayon.

Pihak Canopy memberi informasi bahwa label Stella McCartney akan ambil bagian dalam upaya tersebut. Label-label fashion itu meminta waktu 3 tahun untuk mendapat alternatif sumber pembuatan bahan pakaian. Sedotan serta bahan-bahan daur ulang jadi beberapa hal yang dipertimbangkan.

Henrik Lampa, Environmental Sustainability Manager H&M, mengatakan bahwa Konsumen memberi kepercayaan kepada label fesyen untuk menyediakan pilihan fesyen yang baik. H&M dapat menyediakan pilihan yang baik jika memiliki kesadaran tentang hal apa yang dipakai untuk memproduksi pakaian.

Sebelum kerja sama dengan Canopy, label fesyen H&M tak mengetahui bahwa pulp yang digunakan untuk membuat bahan viscose serta rayon bersumber dari hutan yang terancam punah. Mata rantai penjualan pulp memang tak transparan. Henrik mengatakan bahwa yang mereka tahu hanyalah bahwa pulp di pasar global bersumber dari Indonesia, Kanada serta Brazil.

Pendiri dan Direktur Eksekutif Canopy yang bernama Nicole Rycroft menyebut bahwa 30 persen dari bahan rayon serta viscose dibuat menggunakan pulp dari hutan yang terancam punah. Langkah pertama menghentikan hal tersebut adalah dengan melibatkan pihak yang terlibat pada mata rantai penjualan pulp untuk ikut mendukung upaya tidak menggunakan pulp yang berasal dari hutan yang terancam punah.

Sumber: Liputan6.com

http://addurl.nu