Fashion Indonesia : Berpotensi Tinggi Jadi Pusat Mode Regional

Share:
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementrian Perdagangan Nus Nuzulia Ishak mengatakan Ajang fashion branding merupakan tahap terpenting untuk memperkenalkan karya busana anak bangsa melalui ajang fashion week di negeri sendiri maupun di luar negeri.

Fesyen Indonesia memiliki potensi yang sangat luar biasa untuk dikembangkan menjadi pusat mode di kawasan regionel serta memainka peranan penting di tingkat global.

"Fashion branding diharapkan dapat memberikan arahan bagi pelaku fashion Indonesia untuk mengetahui strategi pengembangan pemasaran yang efektif terutama melalui penciptaan bran," katanya pada acara Fashion Branding Jakarta Fashion Week di Kementrian Perdagangan belum lama ini.

Data statistik yang diolah Kementrian Perdagangan menyebutkan nilai ekspor produk Indonesia pada 2013 mencapai US$ 11,78 miliar. Nilai ekspor periode Januari 2014 tembus US$ 1,08 miliar yang mengalami kenaikan 1,1% dibandingkan nilai ekspor Januari 2013.

Pertumbuhan ekspor produk fashion selama periode 2009-2013 mengalami tren pertumbuhan positif sebesar 10,59% pertahun.

Produk ekspor fashion Indonesia, menurut kelompok produk, adalah yang paling besar pada 2013 yang menyumbang  US$ 7,71 miliar (65,52%). Peringkat selanjutnya adalah alas kaki yang menyumbang US$ 3,86 miliar (32,76%), perhiasan US$ 200 juta (1,7%) dan arloji US$ 2 juta (0,06%).

Negara utama tujuan ekspor produk fashion Indonesia pada 2013 adalah Amerika Serikat dengan nilai ekspor US$ 4,97 miliar, disusul jepang dengan nilai ekspor US$ 909,49 juta, Jerman dengan nilai ekspor US$ 794,8 juta, Inggris dengan nilai ekspor US$ 512,15 juta dan Belgia dengan nilai ekspor US$ 455,53 juta.

Menelisik tahun lalu pada Jakarta Fashion Week 2014, Program Buyer's Room di Senayan City sukses menghadirkan buyers lokal dan internasional. Sejumlah desainer Indonesia Fashion Forward (IFF) berhasil mencuri perhatian para pembeli mancanegara.

Sebut saja Tex Saverio yang karyanya diminati oleh Guffanti Showroom dari Italia dan Fenwick dari Inggris. Karya Jenahara diminati dan akan tampil di lokasi Guffanti Showroom di Dubai. Selain itu brand Hunting Fields juga berhasil memikat buyers Isetan dari Malaysia dan Singapura serta Fenwick.

Program Buyer's Room juga menghantarkan desainer IFF untuk tampil di ajang Fashion Week Dunia dan karya mereka dilirik oleh pembeli dari berbagai negara.

Sebut saja Major Minor yang tampil di Paris Fashion Week 2014 dan Tokyo Fashion Week 2014, Monday To Sunday yang tampil di Bangkok Fashion Week 2014 dan Nur Zahra yang tampil di ajang Tokyo Fashion Week 2014.

Jakarta Fashion Week 2015 akan digelar November tahun ini bertempat di tempat yang sama, Senayan City. Ajang ini juga diharapkan menjadi ajang fashion branding desainer Indonesia.


Oleh : Dhek Nung
Sumber : lifestyle.bisnis.com
Gambar : lifestyle.bisnis.com

http://addurl.nu