DUTA FASHION INDONESIA MENDUNIA

Share:
Indonesia memiliki desainer muda yang sudah diakui kemampuannya dalam merancang busana, yaitu:

Rinda Salmun
Karir Rinda mulai terang ketika terpilih menjadi 10 fnalis NOT JUST A LABEL Show, Australia dengna menampilkan koleksi yang terinspirasi dari wayang yang berjudul Neo Nirvana. Rinda lulus dari Institut Teknologi Bandung tahun 2007. Demi go internasional, Rinda bekerja sama dengan sebuah agen humas. Buah dari perjuangan Rinda adalah ia diundang berpartisipasi d London Fashion Week 2010 dalam show fashion maverinck.

Ardistia Dwiasri
Setelah lulus satu tahun dari Parson The New School for Design, New York tahun 2013, ia mengeluarkan busana dengan brand namanya. Eksistensi labelnya telah menggema di Amerika Serikat, Eropa bahkan Kanada. Designnya menampilakan aksi geometris dan siluet simple. Koleksi ready to wear bersifat timeless dan chic sesuai dengan visi guna mempercantik kaum urban yang kurang peduli dengan penampilannya.

Auguste Soesastro 
Ilmu yang diperoleh Auguste belajar di Australian National University dan Chambre Syndicale de la Couturu, Parismemberik kesempatan emas untuk bergabung dengan beberapa rumah couture Paris. Tidak hanya itu, Auguste berkesempatan dapat bekerja sama dengan Ralph Rucci, sebelum meluncurkan koleksi perdananya di New York Fashion Week 2009 dengan nama Kraton (lini haute couture) serta kromo (lini Ready to wear).

Didit Heddiprasetyo
Didit lulusan tahun 2007 dari Parsons School of Design, New York, dan Ecole Parsons à Paris. Ketika Didit kuliah pernah menerima penghargaan Silver Thimble Award untuk konstruksi draperi yang diterapkan dalam rancangan designnya. Sejak 2010 Didit berpartisipasi dalam Paris Haute Couture Fashion Week. Melihat sejarah awal, haute couture hanya diperbolehkan untuk desainer dari Prancis, Indonesia harus bangga melihat salah satu anak bangsanya berhasil menembus fashion yang  menuntut kreativitas tinggi.

Sumber: pesona.co.id

http://addurl.nu