Koleksi Feminin ala Natasha Windura di Jogja Fashion Week 2014

Share:
Keanggunan seorang wanita tak pernah habis untuk dieksplorasi, begitu pula yang dilakukan oleh empat desainer yang berasal dari kota Solo, Magelang dan Jakarta berpartisipasi memeriahkan mini show Jogja Fashion Week 2014 yang digelar di Jogja Expo Center (JEC).

Desainer Natasha Windura memeriahkan show pertama dengan 24 koleksi yang mayoritas berwarna hitam dan merah. Untuk memikat hati para audience, Natasha sengaja memilih dress model kemben hitam yang beraksen pleated bermotif garis diagonal.

Aksi transparan yang ,mengadirkan pada dress melekat tubuh (fitted dress) menggambarkan bahwa Natasha tak ingin melepaskan sentuhan femininnya. Nuansa yang maskulintas disisipkan dalam gaun berkerah peterpan berwarna silver bersiluet a-line.

Berbeda dengan sekuens kedua, Natasha menampilkan aura keberanian sekaligus keseksian wanita dengan deretan koleksi berwarna merah. Ditampilkan pula gaun polos berpotongan dada rendah yang berpadu siluet mermaid berbahan velvet. Aksesori belt berukuran tipis menghiasi gaun merah bersiluet a-line dan dress bermodel one shoulder serta campuran mini dress dengan bustier merah dan rok hitam berbahan tule.

Lain lagi desainer asal Magelang, Tedjo yang memilih warna metalik gold yang elegan dan mewah sebagai representasi koleksinya yang bertemakan Everlasting Sparkling. Sebagai awal mula, Tedjo menawarkan gaya modern simple dengan beragam pilihan busana kasual bernuansa monokomatis dari bahan polos hitam dan putih serta bahan bermotif abstrak dengan warna senada.

Sebagai penutup, tedjo menampilkan siluet ladylike dengan bahan metalik gold berdetail lipit (pleated). Selain itu, metalik gold juga hadir dalam two pieces luaran model cropped dan rok mini bermodel pensil serta dress berkerah turtle berdetail peplum asimetris.

Desainer Rendy Hapsanto mengisi show yang ketiga dengan deretan busana berbahan brokat (lace). Koleksi yang ditampilkan meliputi bustier yang melekat pada dress dan gaur berhiaskan manik dan payet yang terlihat feminism dalam palet warna biru muda, dusty pink serta beige. Hal menarik yang ditampilkan Redy adalah headpieces berbentuk paruh burng dan bulu merak.

Sedangkan desainer Khanaan dari Jakarta mengusung tema classy chic. Aksen embroidery warna emas menjadi tali yang menghubungkan deretan busana model bersiluet a-line dan s-line. Aplikasi patchwork batik dan tambahan lipatan draperi batik pada celana model pensil, palazzo dan rok lipit panjang bervolume.

Sumber: Tabloid Nova