Ternyata Fashion Etnik Semakin Menarik

Share:
Mencari barang yang etnik memang sudah menjadi agenda para wisatawan saat berkunjung ke suatu daerah. Sekarang souvenir etnik kian dimodifikasi dan berani diampilkan dalam fashion yang memikat hati.

Maya Junifrianti dari aceh ini mulai melirik bisnis fashion etnik sejak tahun lalu. Ia berhasil membuka butik pada awal Maret 2013 yang terletak di Jalan Bambu II no 75, Ethnic Butik, Handycraft & Souvenir Shop menampilkan beberapa modifikasi barang etnik yang menjadi tas, sepatu, busana serta souvenir khas lainnya.

Medan merupakan tempat wisata yang sedang naik daun, tetapi disana belum ada tempat belanja oleh-oleh yang khas seperti di Bali. Padahal Medan memiliki potensi kerajinan tangan menarik yang dapat dikembangkan. Sekarang waktunya untuk merintis dan memancing pelaku UKM agar mulai mengembangkan dan memajang hasil karya kerajinan tersebut, itu kata Maya yang tertarik dengan dunia fashion etnik.

Maya yang berlartar belakang arsitek, ia dapat menggambar, mendesain dan sekarang mulai tertarik menjual busana-busana hasil dari desainnya sendiri. Meskipun demikian, Maya belum dapat mendesain semuanya jadi ia baru dapat mendesain tas saja.

Maya banyak menggunakan bahan ulos dan tenun dalam karya-karyanya. Bahan, corak tas hingga pola didisain sendiri oleh Maya, akan tetapi untuk produksinnya dilemparkan ke Jawa karena teknologi dan keahliannya lebih unggul.

Ada beberapa barang etnik yang dijual oleh Maya sperti Melayu, Batak Mandaling, Batak Karo, Batak Angkola Pakpak, Batak Toba dan Nias yang semuanya berasal dari 8 suku Sumatera Utara. Selain barang fashion, butik etnik ini juga menjual berbagai macam souvenir. Harga yang ditawarkan memang ada yang mahal karena bahan yang digunakan pun mahal dan perawatannya cukup susah. Cara penjualannya pun tak hanya di butik saja, tetapi juga via online seperti ddi Facebook Medan Ethnic Online.

Sumber: medanbisnisdaily.com