Merancang Tenun Printing Bahan Ringan, Karya Itang Yunasz

Share:
Itang Yunasz - Kain tenun selama ini kita ketahui di buat melalui proses panjang dan memiliki harga yang mahal. Namun desainer kawakan Itang Yunasz membawa busana khas Indonesia ini dalam gaya modern dengan harga yang terjangkau.

Itang Yunasz selalu berusaha memberikan sesuatu yang baru dari kekayaan kain Indonesia seperti tenun.

"Saya menggunakan motif tenun dari Palembang, juga Sumatera Barat. Namun dari Sumatera Barat saya menerapkan sulam Koto Gadang dalam bentuk bordir," kata Itang dalam perbincangan di sela-sela fashion show-nya di Pusat Grosir Blok B Tanah Abang, Kamis (08/05/2014).

melalui lini busana Kamilaa, Itang membuat sesuatu yang sangat unik. Yakni motif-motif tenun tersebut hadir dalam bentuk print. Sehingga tenun yang identik dengan bahan yang berat dan mahal menjadi busana ringan dan terjangkau namun tetap elegan.

"Bukan untuk menolak memakai tenun asli sendiri, karena tenun asli sayang untuk digunting, dan harganya mahal bahkan sampai Rp 10 juta," ujar desainer yang menetapkan dirinya sebagai desainer busana muslim ini.

"Dalam koleksi ini banyak sekali printing-printing tenun dan pengembangannya tekstilnya tidak hanya dengan satin, silk tapi juga dengan linen agar ketika di print terlihat mirip sekali dengan tenun. Dan bahan print motif tenun tersebut saya tambahkan dengan bordir tanpa menggunakan alas kertas yang seperti sulam. Jadi hasilnya sangat mirip dengan tenun asli," jelas Itang.

Ia menceritakan bahwa proses pengerjaan busana-busana Kamilaa ini sudah melalui uji coba selama enam bulan. Ia terus mencari bahan apa yang nyaman, dari yang tipis hingga bahan yang kokoh dan hasilnya sangat diterima oleh masyarakat. ditanya mengapa ia memilih motif tenun dari daerah-daerah Indonesia seperti dari Sumatera, Nusa Tenggara dan Bali, ia menjawab karena identitas Kamilaa kuat dalam printing tenun dan akan terus dikuatkan.

"Saya sudah berbicara dengan teman-teman saya mengenai motif tenun yang di print ini, bagaimana perizinannya. Saya lakukan ini agar budaya kita tidak dicuri lagi"a, tutupnya.


Oleh : Dhek Nung
Sumber : lifestyle.okezone.com
Gambar : lifestyle.okezone.com