Diakui di Dunia Pengaruhi Label Fashion Indonesia Diterima di Dalam Negeri

Share:
Label fashion local diakui dimata internasional mempengaruhi keinginan masyarakat Indonesia membeli busana dari rancangan desainer dalam negeri. Hal tersebut disebabkan karena kiprah desainer dari Indonesia di pasar mode dunia menentukan keberhasilan menggaet lebih banyak pelanggan di negeri sendiri.

meskipun demikian, kesempatan desainer busana berkiprah di tingkat internasional tidak selalu mudah. Agar label fashion Indonesia dapat naik kelas serta mendapatkan pengakuan di dunia, Jakarta Fashion Week yang bekerjasama degan Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta British Council memberikan fasilitas kepada desainer dalam program Indonesia Fashion Forward. Fasilitas yang diberikan meliputi kesempatan ruang pameran, show di luar negeri untuk para desainer.

Agar desainer dapat mengikuti program tersebut, mereka perlu mempersiapkan bekal yang cukup. Tidak hanya cukup bermodal talenta yang berwujud berbagai koleksi busana atau aksesori berkualitas, tetapi para desainer juga harus memenuhi kriteria program termasuk finansialnya.

Tingkat kemampuan serta kesiapan desainer dalam memenuhi kriteria itulah yang banyak menggugurkan sejumlah desainer dalam meraih kesempatan emas itu. Sebagian desainer yang tidak memenuhi kriteria gagal memperoleh akses mengembangkan fashion lokal di tingkat internasional.

Dari banyak desainer bertalenta yang direkomendasikan dewan mode Jakarta Fashion Week, ternyata hanya 30 persen yang siap secara manajemen bisnis maupun finansial untuk menjalani program tersebut. 

Dewan mode terdiri dari 20 praktisi mode, kalangan editor fashion media nasional yang sebagian mempunyai jaringan internasional. Mereka merupakan praktisi mode yang memahami tren fashion serta mampu melihat potensi dari desainer muda Indonesia. Banyak desainer Indonesia yang berbakat namun mereka belum memiliki kesiapan untuk berbisnis secara global.

Ada sekitar 15 persen desainer yang desainnya disukai editor, mereka pun sudah pernah show di luar negeri namun struktur bisnisnya belum kuat. Mereka adalah single fighter yang tak memiliki tim manajemen dalam berbisnis fashion sehingga mereka tak siap untuk bisnis internasional.

Sementara para desainer yang siap berbisnis pada tingkat internasional, umumnya mempunyai struktur bisnis yang jelas bahkan matang, selain mempunyai koleksi produk fashion berkualitas. Program IFF memilih desainer muda Indonesia yang mempunyai lima kategori produk fashion agar mendapatkan pengakuan dunia,yaitu: kategori Luxury Ready to wear, Querky Ready to Wear, Premium Ready to wear, Moeslem Ready to wear, sertaAccessories.

Sumber: KOMPAS.com