Busana Batik Serba Santai Namun Cantik Karya Lenny Agustin

Share:
Nuansa yang santai, hangat, serta tenang di akhir pekan memberikan inspirasi kepada Lenny Agustin untuk merancang berbagai koleksi baru mengedepankan warna terang dan cerah yang memikat. 

Melalui label Lennor, desainer Lenny yang mengusung tema Easy Like Sunday Morning dalam acara Jakarta Fashion and Food Festival (JFFF) 2014 di Hotel Haris Kelapa Gading Jakarta Utara.

Menurut Lenny setiap orang akan memiliki keceriaan dan kenyamanan pada hari minggu karena mereka dapat mengekspresikan dirinya yang bebas tanpa beban, antara santai dan bahagia menjadi satu gaya. Sesuai koleksi Lenny saat ini yang mengunggulkan suasana santai tapi centil menggoda menjadi daya tarik tersendiri.

Dalam koleksinya kali ini ada gaya busana yang malas dan ada yang enggak. Hal tersebut digambarkan dalam model serta cutting busana yang dihadirkan dalam pagelaran. Kali ini gaya Lennor menjadi sedikit lebih dewasa.

Lenny menampilkan 31 karya busana yang hadir dalam berbagai macam gaya rancang. Mulai dari gaun pas tubuh, gaun longgar,  gaun mini serta maxi.  Konsep cutting asimetris pada bagian bawah rok serta leher busana menegaskan tren yang berlaku pada masa kini.

Selain itu, Lenny pun menghadirkan atasan yang berupa blus dipadukan dengan berbagai pilihan celana longgar bervolume, rok mini, celana pendek dan midi. Ada pula crop top dengan aksen flare yang menonjolkan perut sehingga sang pemakai tetap terlihat seksi.

Koleksi busana pria, Lenny menampilkan varian  kemeja bersiluet longgar serta dipadukan dengan celana pendek ataupun celana kulot di bawah lutut.  Warna yang dihadirkan lebih kurang satu rona dengan koleksi busana wanita, yaitu permainan warna terang biru, hijau, ungu, merah, dan merah muda.

Ciri khas yang menonjol adalah pemilihan material wastra Nusantara dan batik Madura yang dipadukan dengan jenis garmen lain. Batik tersebut  merupakan karya dari seniman Medzi Djaka.

Kolaborasi karya busana Lenny dan Medzi dikemas menawan dalam bahan katun, denim serta dipadukan dengan tenun sarung Kalimantan dan lurik. Lenny Agustin mengatakan bahwa Medzi menciptakan motif abstrak coretan yang dibuat dengan menggunakan kuas besar.  Ada beberapa bagian terlihat sangat detail karena digambar  menggunakan kuas kecil. Tetapi, detail kecil seperti itu cukup repot dibuat dalam jumlah banyak sehingga pada penampilan sekarang motifnya lebih banyak berupa coretan yang menggunakan kuas besar.

Sumber: KOMPAS.com