Anak Muda Masa Kini Semakin Melirik Kebaya Modern

Share:
Produk dalam negeri atau lokal Indonesia semakin melebarkan sayapnya. Karya anak-anak muda Indonesia ini semakin dilirik masyarakat luas, lebih spesifiknya anak muda.

Salah satu brand lokal yang mengusung tema Indonesia, SwansTwenty, turut ikut dalam pameran "Handmde Movement 2014". Koleksi-koleksi busana dengan aksen budaya Indonesia modern dipamerkan melalui fashion show dalam pameran ini di Lotte Shopping Avenue, Kuningan, Jakarta, Sabtu, 03 Mei 2014.

Brand busana lokal ini mengusung busana tradisional Indonesia yang modern untuk bisa digunakan dalam busana kasual sehari-hari. "Tema baju yang ditampilkan ini adalah ingin membawa kebaya untuk dikenakan sehari-hari dengan desain anak muda," kata desainer SwansTwenty, Sofia Sari Dewi.

Untuk saat ini, Sofia adalah satu-satunya desainer yang merancang koleksi busana brand yang baru berusia satu tahun ini. Untuk pemilihan bahan, Sofia mengaku masih membeli kain-kain yang dijual di pasaran. Selain katun, desainer 30 tahun ini memilih bahan lain untuk rancangannya.

"Saya pakai bahan tafeta agar lebih eksklusif. Bahkan, saya mulai menggunakan bahan kulit, jadi bisa digunakan digunakan sehari-hari dan dipakai ke acara undangan," jelas Sofia.

Baju khusus untuk perempuan ini memiliki target pasar untuk usia 18 hingga 30 tahun dengan ciri khas koleksi busana Indonesia. "Bahan pakaiannya selain ada katun, juga ada kaus dengan motif print dan masih meng-explore Indonesia," jelas Lucy Akmalita, Owner and Branding Director SwansTwenty.

Untuk satu desain pakaian SwansTwenty mengeluarkan sebanyak 24 buah. Brand ini juga melayani made by order dengan kisaran harga Rp 700.000,- sampai Rp 3.000.000,-. Selain busana pakaian, SwansTwenty juga menjual aksesori sebagai pelengkap penampilan.