Kisah Pengacara Sukses Banting Stir Jadi Fashion Editor (Part 1)

Share:
Preetma Singh yang dulunya adalah seorang pengacara korporat bercerita tentang bagaimana hingga akhirnya ia mendapat kesempatan bekerja sebagai editor fashion di majalah Vogue USA.

Perjalanan panjangnya mulai dari membuat blog style pribadi kemudian menjadi bintang streetstyle dan ia memutuskan untuk serius di dunia jurnalisme fashion 

Preetma Singh tinggal di New York setelah lulus kuliah hukum kemudian mendapat pekerjaan dengan gaji yang bagus. Saat itu ia merasa sungguh luar biasa karena dapat membeli baju-baju desainer yang ia sukai.

Ketertarikannya kemudian berkembang ke dunia politik namun tampaknya pilihan itu tak bisa ditempuh. Saat ia menjadi tak bahagia dengan pekerjaan yang dijalani, ia mulai berpikir tentang hal apa lagi yang ia sukai, sesuatu yang membuat ia excited. Ia sadar bahwa ia selalu suka fashion dan orang-orang sepertinya menyukai gayanya. 

Ia menggunakan hal tersebut untuk mengetahui apakah ia benar-benar menyukai fashion. Ia juga menembus batasan berpakaian di law firm tempat bekerjanya. Ia ingin memakai rok Balenciaga yang telah dibeli untuk bekerja. Fokusnya saat itu masih sebatas menjadi fashionable tetapi tetap cocok untuk bekerja.

Suatu hari ia bertemu dengan Christene Barberich, Editor in Chief Refinery29, Christene sangat menyukai gaya pakaian yang dipakai oleh Preetma dan saat itulah Preetma mengutarakan ingin terjun ke dunia fashion namun tak mengenal siapapun di dunia itu. 

Christene mengatakan bahwa jika Preetma ingin mengikuti internship di tempatnya, ia hanya tinggal menghubunginya. Akhirnya ia memutuskan untuk meninggalkan pekerjaannya di law firm dan magang di Refinery29 yang kemudian Stylesight. Lama waktu magangnya adalah 3 hingga 4 bulan. Dan saat itu ia berusaha mencari lowongan kerja di bidang fashion.

Teman dari teman mengatakan bahwa Vogue sedang mencari fashion assistant tapi ia merasa tak mungkin diterima di posisi tersebut. Ia tetap mengirimkan CV dan seminggu kemudian Preetma dipanggil oleh HRD Vogue. Tak disangka ia mulai bekerja di Vogue seminggu setelahnya. 

Vogue merupakan sebuah tempat yang berjalan dengan sangat baik sehingga proses transisinya jauh lebih mudah dari yang dikira. Dalam hal tertentu strukturnya sama dengan law firm. Ada keuntungan juga masuk di Vogue di usia yang lebih tua. Di usia ini ia merasa sudah yakin dengan diri sendiri.

Sumber: Liputan6.com

Lanjutan....