KAUM DISABILITAS DAPAT TAMPIL KEREN DAN PEDE DI FASHION SHOW RUSIA

Share:
Moscow Industri fashion masih sering mendapat kritik mengenai gambaran kecantikan yang tunggal dan sempit. Saat ini telah mulai tumbuh kesadaran tentang pluralitas dalam fashion sehingga label ternama menggunakan plus size model atau model berukuran tubuh ekstra dan model kulit berwarna, orang-orang disabilitas masih belum terangkul di dalam dunia fashion.

Oleh karena itu beberapa disainer fashion Rusia mengadvokasi hal tersebut pada Mercedes Benz Fashion Week Russia 2014. Pada serangkaian pagelaran busana yang berlangsung di Moskow tersebut, desainer Razumihina, Sabina Gorelik, Maha Sharoeva, Dmitriy Neu, Albino Bikbulatova, Oksana Livencova, Cristine Wolf dan Miguel Angelo Fernandes Carvalho menampilkan koleksi-koleksi busana yang diperagakan oleh para penyandang disabilitas.

Tajuk dari fashion tersebut adalah Fashion Without Borders. Pameran busana tersebut memang dibuat dengan tujuan meningkatkan kesadaran dunia fashion tentang eksistensi para penyandang disabilitas yang tidak boleh dipinggirkan dari bagian masyarakat fashion.

Duta model penyandang disabilitas, Chelsey Hay mengatakan bahwa pada organisasi Models of Diversity, mereka berjuang agar model penyandang disabilitas dapat dirangkul dan tidak dipinggirkan dalam dunia fashion. Fashion show yang digelar pada Mercedes Benz Fashion Week Russia 2014 sudah ikut memperjuangkan hak penyandang disabilitas.

Fashion memang harus menjadi wilayah dimana keberagaman dapat dihormati dan perbincangan yang kritis tentang konsep kecantikan tetap terus dilangsungkan. Perbincangan tersebut menjadi penting karena pada akhirnya menyangkut hubungan antara sikap kemanusiaan dan kecantikan. Apakah dunia fashion Indonesia sudah memberi ruang yang cukup bagi para penyandang disabilitas?

Sumber: Liputan6.com